Sabtu, 28 Oktober 2017

Sheila On 7 Panaskan Suasana Smart Festival Superbrands

Sheila On 7, salah satu Band yang beranjak dari tahun 90-an dan masih tetap eksis di panggung musik Indonesia ini sempat memancing panasnya suasana minggu malam.

Pada acara 'Superbrands Smart Festival 2017' yang bertepat di Bintaro Jaya XChange Mall, Tangerang Selatan, Minggu (24/9). Saat dimana band yang memiliki vocalist yang akrab disapa Duta ini naik ke atas panggung, sorakan para penonton menambah semangat para personil Sheila On 7, walaupun dikabarkan Duta sang _(vocalist)_ kurang sehat.

Setelah lagu pertamanya, dari atas panggung mereka menyapa penonton dengan hangat, dan berseru untuk menonton dengan tertib dan damai. Beberapa lagu andalanpun mereka mainkan, diantaranya adalah lapang dada, Yang terlewatkan, dan melompat lebih tinggi.

Selama sekitar satu jam band yang memiliki 4 personil ini tetap membuat penonton tetap semangat walaupun sebelum penampilan band ini juga ada penampilan dari musisi lain yaitu Tulus, GAC, dan Dialog Dini Hari.

Hingga sampai di akhir lagu mereka melanturkan lagu 'Sebuah Kisah Clasic' yang dibawakan untuk menutup _performance_ yang malam itu.



Contoh Press Release







Lembaga Persatuan Remaja Sehat Jakarta

Jakarta, 11 April 2017
FOR IMMEDIATE RELEASE

Remaja Anti Golput 

Lembaga Persatuan Remaja Sehat Jakarta sangat mendukung atas pemilihan sehat dan anti golput. Maka, diadakan kegiatan RAG (Remaja Anti Golput) dalam rangka memperkenalkan para calon Gubernur, memberi arahan tentang cara mencoblos dan menggunakan hak pilihnya dengan baik yang ditunjukan kepada para pemilih pemula se-Jakarta. Dalam rangka menuju Pilkada DKI putaran kedua yang akan dilaksanakan serentak pada 19 April 2017 di seluruh TPU yang tersebar di berbagai sudut kota Jakarta. Untuk itu kami mengundang saudara/i untuk datang pada Minggu, 16 April 2017 pukul 10.00 WIB bertempat di Gor Jakarta.
Besar harapan kami agar masyarakat Jakarta dapat menghadiri kegiatan tersebut dengan harapan Pilkada kali ini dapat terbebas dari golput.

###

Press Contact
Nama    :  Elamaya Agustina
Tlp        :  +62 899 927 XXX
Alamat  :Jl. Matahari No.10, Jakarta Barat. Tlp. +62 21 55791213
Email    :  Elamaya16@gmail.com

Sharp feelings

What's wrong with October 2017?

Today's October 28th, 2017. When I woke up from the tired lecture activities, i got the news that shocked me for the second time. The first time news is on October 1st, 2017.

Selain keluarga saya, ada satu keluarga yang tinggal persis disebelah kanan rumah saya. Rumah itu diisi oleh seorang kakek dan nenek yang yang biasa saya sebut ibu dan bapau. Entah mengapa Bapau? sampai saat ini saya tidak pernah tau dari mana asal panggilan itu. Sang kakek dan nenek memiliki dua anak laki-laki. Anak pertama nya sudah menikah dan memiliki satu satu anak, mereka tinggal terpisah dengan si kakek dan nenek ini. Sementara anak kedua nya masih sekolah pada waktu itu, kurang lebih berjarak 10 tahun di atas umur saya.

Peristiwa setiap hari nya sudah mulai samar dipikiran saya, karena sudah lama sekali. Tapi, saya banyak memiliki moment indah di rumah saya yang dulu dan rumah bapau. Ini ingatan saya saat belum sekolah, masih jelas sekali moment ini dipikiran saya. Bapau memperlakukan saya seperti cucunya, lagu kesukaannya itu malam minggu nonton bioskop (Benyamin - Malam minggu), yang liriknya diganti menjadi lucu, hingga membuat saya tertawa dipangkuannya. Saya juga sering diajak solat di masjid.

Ibu, hmmm. pada jaman nya ibu itu galak dan judes sekali omongannya, tapi, disisi lain dia sangat baik. Tidak banyak cerita saya bersamanya, karena saya dengan ibu tidak sedekat dengan bapau atau anak nya.

Mas Hari (anak kedua ibu dan Bapau), dia sudah seperti mas saya sendiri. Dulu, mas hari itu yang bikin saya kecanduan sama diary, stationary yang aneh-aneh,  bikin saya punya cita-cita jadi penulis, dan suka sama majalah. Mama saya, cuma kasih saya bacaan Bobo pada waktu itu. Tapi, kalau saya ketempat mas Hari, dia punya banyak majalah yang saya suka.

Waktu itu saya sudah duduk di Sekolah Dasar. Dia mewariskan satu buku yang covernya lumayan lucu, saya sangat suka, isinya juga warna warni, saya tidak tahu apa pada jaman itu laki-laki tidak seperti jaman sekarang yang menganggap hal seperti itu hanya dimiliki laki-laki kemayu, but, i think isn't problem dan normal-normal aja. Isi buku itu adalah nama, alamat rumah, nama sekolah, dan nomor telpon ARTIS CILIK PADA JAMANNYA, dan isi nya itu bener semua. Jadi, pada jaman itu, kalau kalian suka baca majalah (saya lupa nama majalahnya), banyak biodata dari artis cilik, dan pada jaman itu seperti nya tidak ada yang ditakutkan seperti jaman sekarang. Data yang dia salin ke buku manis yang mas Hari kasih ke saya  ya asalnya dari majalah itu. Sepertinya dia berlangganan majalah itu, hmm. Dari buku itulah saya punya bahan gaul ke temen-temen SD saya kalau Mega Utami yang nyanyi tersanjung kecil itu sekolah SMP di SMPN 1 Tangerang, dan si rumah nya Eno Lerian dan Maissy (yang sekarang udah jadi Dokter dan udah nikah), sekolahnya Christina yang nyanyi burung kecilku, no telpon rumah nya Tasya Kamila (yang sekarang lagi kuliah beasiswa di Columbia, dia yang saya suka missedcall lewat wartel (warung telpon) tapi ga ngomong karena takut. Waktu SMEA, mas Hari ikut Praktek Kerja Lapangan di Hotel ternama di Singapore. Hasil dari PKL nya dia bawa oleh-oleh 4 boneka Polly (boneka karet yang sangat hits pada masanya) untuk saya, dia tau saya sangat suka boneka barbie yang berseri, yang setiap minggu diiklankan.

Dan soal buku itu, saya masih simpan sampai saya lulus sekolah, saya letakan didalam kotak sepatu yang sudah saya percantik, sampai akhirnyanya buku itu hangus saat rumah saya kebakaran tanpa sisa.

Mas Eko, adalah anak pertama dari ibu dan Bapau. waktu saya SD, mas Eko selalu janjiin saya sesuatu dengan syarat saya dapat peringkat 1. Kebetulan dulu otak saya ga sebeku sekarang, saya sering dapet tas, sepatu, startionary, mainan, dll. dia buat challeges yang bikin saya semangat, ga beda sama orang tua saya juga sih, mereka juga melakukan hal yang sama. Tapi dari situ membuat saya mengerti arti usaha untuk mendapatkan sesuatu. sampai besar, kebiasaan itu membuat saya menghargai setiap apa yang saya miliki, karena semua berasal dari usaha.

Dulu, hampir tiap hari saya datang kerumah itu. oia, saya adalah orang yang anti susu berwarna putih, saya cuma suka susu coklat dengan brand Milo. Tapi itu dulu... Bapau dan ibu kalau saya main, suka suguhin segelas kecil susu Dancow fullcream panas, dari situlah kenapa saya sampai sekarang masih suka sekali minum susu fullcream yang kalau saya minum tiap hari akan membuat pipi saya kayak bakpao (makanan).Hahah.

Keluarga itu benar-benar seperti keluarga kedua saya, Bapau dan ibu dulu lebih dekat dengan saya daripada kakek dan nenek saya yang sebenarnya. Keluarga itu juga membawa pengaruh sampai saya besar, ada moment dimana saya sekilas melihat saya yang dulu saat melintasi rumah yang lama.
 
Semua cerita di atas, hanya sepenggal cerita dari begitu banyak moment yang saya miliki dengan keluarga itu. Kisaran saya kelas 5/6 SD, Bapau, ibu, dan mas Hari pindah ke Malang (kampung halaman mereka, sama dengan papa saya). Mereka memutuskan pindah karena mas Hari sudah lulus SMEA dan melanjutkan kuliah di Malang. Waktu mereka pindah, saya mulai kesepian, dan pada saat mereka di Bandara saya berjanji apabila saya punya uang sendiri saya mau pergi ke Malang jenguk ibu dan Bapau. Sesungguhnya saya tiap tahun ke Malang, hanya saja liburan idul fitri tidak sepanjang waktu masih sekolah, jadi saya belum pernah jenguk ibu dan Bapau karena keterbatasan waktu, hingga waktu begitu cepat berlalu.
 
Kabar pertama yang membuat saya kaget adalah 1 Oktober dimana mama bilang kalau Bapau meninggal dunia di tanah suci, saat Bapau dan ibu menunaikan ibadah Haji. Dan berita kedua adalah hari ini, lewat dari azan Maghrib, kaka saya bilang kalau mas Hari kembali pada-NYA. Dua orang yang membawa kebahagiaan pada masa kecil saya telah benar-benar meninggalkan saya untuk selamanya.

Sebelumnya saya belum pernah merasakan hal sekuat ini. Hari ini adalah hari Sabtu, beberapa hari yang lalu sekitar Kamis, atau Jumat, ketika saya melintasi rumah saya menyanyikan lagu malam minggu nonton bioskop dan beberapa lama terlintas di benak saya nama mas Hari dan berniat untuk mencari mas Hari di social media. Dan entah mengapa saya sangat sulit mengingat nama lengkap nya, padahal saya tau.

Dengan ada nya berita hari ini membuat saya merasa aneh tentang perasaan yang kemarin, sharp feelings. Tajem banget, saya merasa benar-benar ditusuk saat dengar berita itu.

But, kita tau semua akan kembali ke Tuhan, semua tanpa pengecualian, termasuk diri kita. Kejadian ini membuat saya semakin yakin kalau semua ini cuma titipan dari Tuhan. Untuk yang baca ini saya mohon doa untuk kedua orang yang berarti dalam hidup saya. Semoga mereka ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, amin.


-

Senin, 20 Maret 2017

Bugis Street tempat belanja oleh-oleh murah. Yakin?


Bugis Street
Bugis Street?
Buat kamu yang para traveler luar negeri pasti tau dong tempat yang satu ini?
Saat kamu mendengar tempat tersebut, yang terniang dipikiran kalian apa? stop, aku tebak. hmm pasti... "belanja murah", "mau nyari oleh-oleh hehe", "beli dikit dapet banyak" hahahsotoy dikit ah. Berdasarkan beberapa review di mbah google, banyak banget yang bilang tempat ini adalah tempat super buat kamu yang lagi jalan-jalan di Singapore dan mau beli oleh-oleh yang murah. Okay, review itu ngena banget di pikiranku hahaha.
Bugis Street


Sebelumnya, aku disini nulis berdasarkan pengalaman pribadi, dan bertujuan berbagi pengalaman, serta ngurangin budget kalian buat beli oleh-oleh. "murah dapet banyak" hehehhee.
Oke, si Bugis ini kalo dilihat-lihat macem pasar tradisional di Indonesi cuma ini tersusun lebih rapih, banyak orang Chinese (emang dipenjuru Singapore banyakan Chinese) hahaha, dan yang terpenting disini rame banget desek-desekan asli, mirip mirip blok M atau tampur (taman puring) gitu deh yaa. Disini kamu bisa dapetin berbagai macam oleh-oleh mulai dari makanan, jajanan khas Singapore, pernah pernik singapore (korek api, gantungan kunci, patung,dll), tas-tas impor yang suka dijual di Indonesia (disini kamu ``bisa dapetin dengan harga selisih yang lumayan sekitar 50-100 ribuan kalau dirupiahin), sampai dengan tote bag dan t-shirt ala ala Singapore. Emang murah sih.....

But, pernah kah kalian dengar Mustafa Center?
Tempat ini semacam pasar swalayan kalo di Indonesia, kalau kalian tau toserba seperti Sab*r-subur, Ti*top,etc  yaa kalian pasti bisa bayangin. Disini kalian bisa dapetin banyak banget makanan dari pokok sampai cemilan, dan harganya ZUPER MUREH. Tapi diluar swalayan itu ada juga ruko-ruko kecil yang jual banyak pernah-pernik murah dan keren. Buat pecinta orang India, berbahagialah kalian, disini banyak kali orang India nya hahahahah. Tapi yang terpenting yang kalian harus tau adalah Mustafa Center lebih murah daripada Bugis Street. Oh my God........ menyesalah kalian yang barusan beli oleh-oleh di Bugis wkwkwk (aku maksudnya).
Mustafa Center - From Google
Aku akan jabarin beberapa barang yang aku inget harganya.
Nama barang                              Bugis            Mustafa
Gantungan Kunci                     $10/12pcs        $10/24pcs
Tota Bag Singapore                  $10/5pcs          $10/8pcs
Coklat (BOX SINGA)              $5/2box           $5/3box (banyak promo Buy 1 get 1 free, etc)
tas kulit                                     $20-40             $5-20
Kaos berlogo Singapore           $10/3pcs          $10/4pcs

Mustafa Center
Arghhhh.. sumpah ini bedanya bikin nyesekkkkkkkkkkk, dan bukan cuma itu aja, masih banyak lagi barang-barang yang lain, yang aku lupa harganya jadi ga aku cantumin. So, kalau kalian ke Singapore, wajib ke Mustafa Center, kecuali kalian ga suka barang murah yaa hahahaha. 

Mungkin cukup disini ceritaku. Ini cuma review aja, bukan berarti aku ga suka Bugis dan kalian ga boleh ke Bugis. Bagusnya sih kalian cobain sendiri kedua tempat tersebut, supaya tau tempat belanja oleh-oleh mana yang kalian suka. So, semua tergantung selera kalian. 
Jadi, kalian pilih yang mana ?

Raja Salman Menjadi “Buah Bibir”


Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud
Saat ini siapa yang tak kenal Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud atau akrab disapa “King Salman”, yang menjadi buah bibir belakangan ini. Kedatangannya pada Rabu, (1/3)  ke Indonesia, mendarat di bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangannya yang disambut Presiden beserta pejabat tinggi lainnya. Dimulai dari tersebarnya kabar kedatangan Raja Arab Saudi tersebut ke Indonesia, sontak menarik perhatian rakyat Indonesia, mulai dari persiapan perjalanan yang begitu mewah sampai dengan ketampanan Raja beserta para pangerangnnya. Media massa meliput tentang kedatangan Raja Salman beserta rombongannya, bahkan saat kedatangannya ditayangan secara live. Terlihat keramahan Raja saat menyapa semua orang yang menyambutnya.

Kedatangan Raja Salman bertujuan untuk kunjungan delegasi, setelah 47 tahun Raja Arab Saudi tidak pernah berkunjung ke Indonesia. Dan kabarnya, kunjungan kali ini merupakan kunjungan delegasi yang terbesar. Bukan hanya itu, Raja Salman dan rombongan juga berkunjung untuk berlibur. Mereka memilih Bali sebagai tujuan tempat berlibur.

Tak tanggung-tanggung, Raja membawa rombongan sebanyak 1.500 orang yang diangkut oleh 7 pesawat mewah dan salah satunya merupakan pesawat Hercules. Serta barang bawaan logistiknya yang mencapai 450 ton, dan salah satunya merupakan escalator yang dipakai Raja saat menuruni kabin.

Kedatangan rombongan Raja Salman ke Bali juga sangat disambut oleh warga sekitar. Tari Pendet, salah satu tarian selamat datang atau tarian penyambutan khas dari Bali, ditampilkan saat rombongan Raja Salman tiba di  Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 17.45 WITA pada Sabtu (4/3). Sayangnya, tempat yang dikunjungi Raja untuk liburan sudah disterikan, dan tidak ada media yang meliput. Tetapi, Raja menyampaikan bahwa ia dan rombongan sangat puas dengan liburannya di Bali, Indonesia.
Tari Pendet - Penyambutan Raja Salman

Keberadaan Raja Salman pada hari terakhir juga tidak disia-siakan oleh warga setempat. Warga yang antusias melepas Raja Salman dan rombongan berada di Pulau Dewata memenuhi sepanjang jalan yang akan dilalui Raja. Bebarapa warga pun memberikan komentar atas kepergian Raja Salman, mereka berharap sang raja dapat kembali mengunjungi Indonesia.