Sabtu, 28 Oktober 2017

Sharp feelings

What's wrong with October 2017?

Today's October 28th, 2017. When I woke up from the tired lecture activities, i got the news that shocked me for the second time. The first time news is on October 1st, 2017.

Selain keluarga saya, ada satu keluarga yang tinggal persis disebelah kanan rumah saya. Rumah itu diisi oleh seorang kakek dan nenek yang yang biasa saya sebut ibu dan bapau. Entah mengapa Bapau? sampai saat ini saya tidak pernah tau dari mana asal panggilan itu. Sang kakek dan nenek memiliki dua anak laki-laki. Anak pertama nya sudah menikah dan memiliki satu satu anak, mereka tinggal terpisah dengan si kakek dan nenek ini. Sementara anak kedua nya masih sekolah pada waktu itu, kurang lebih berjarak 10 tahun di atas umur saya.

Peristiwa setiap hari nya sudah mulai samar dipikiran saya, karena sudah lama sekali. Tapi, saya banyak memiliki moment indah di rumah saya yang dulu dan rumah bapau. Ini ingatan saya saat belum sekolah, masih jelas sekali moment ini dipikiran saya. Bapau memperlakukan saya seperti cucunya, lagu kesukaannya itu malam minggu nonton bioskop (Benyamin - Malam minggu), yang liriknya diganti menjadi lucu, hingga membuat saya tertawa dipangkuannya. Saya juga sering diajak solat di masjid.

Ibu, hmmm. pada jaman nya ibu itu galak dan judes sekali omongannya, tapi, disisi lain dia sangat baik. Tidak banyak cerita saya bersamanya, karena saya dengan ibu tidak sedekat dengan bapau atau anak nya.

Mas Hari (anak kedua ibu dan Bapau), dia sudah seperti mas saya sendiri. Dulu, mas hari itu yang bikin saya kecanduan sama diary, stationary yang aneh-aneh,  bikin saya punya cita-cita jadi penulis, dan suka sama majalah. Mama saya, cuma kasih saya bacaan Bobo pada waktu itu. Tapi, kalau saya ketempat mas Hari, dia punya banyak majalah yang saya suka.

Waktu itu saya sudah duduk di Sekolah Dasar. Dia mewariskan satu buku yang covernya lumayan lucu, saya sangat suka, isinya juga warna warni, saya tidak tahu apa pada jaman itu laki-laki tidak seperti jaman sekarang yang menganggap hal seperti itu hanya dimiliki laki-laki kemayu, but, i think isn't problem dan normal-normal aja. Isi buku itu adalah nama, alamat rumah, nama sekolah, dan nomor telpon ARTIS CILIK PADA JAMANNYA, dan isi nya itu bener semua. Jadi, pada jaman itu, kalau kalian suka baca majalah (saya lupa nama majalahnya), banyak biodata dari artis cilik, dan pada jaman itu seperti nya tidak ada yang ditakutkan seperti jaman sekarang. Data yang dia salin ke buku manis yang mas Hari kasih ke saya  ya asalnya dari majalah itu. Sepertinya dia berlangganan majalah itu, hmm. Dari buku itulah saya punya bahan gaul ke temen-temen SD saya kalau Mega Utami yang nyanyi tersanjung kecil itu sekolah SMP di SMPN 1 Tangerang, dan si rumah nya Eno Lerian dan Maissy (yang sekarang udah jadi Dokter dan udah nikah), sekolahnya Christina yang nyanyi burung kecilku, no telpon rumah nya Tasya Kamila (yang sekarang lagi kuliah beasiswa di Columbia, dia yang saya suka missedcall lewat wartel (warung telpon) tapi ga ngomong karena takut. Waktu SMEA, mas Hari ikut Praktek Kerja Lapangan di Hotel ternama di Singapore. Hasil dari PKL nya dia bawa oleh-oleh 4 boneka Polly (boneka karet yang sangat hits pada masanya) untuk saya, dia tau saya sangat suka boneka barbie yang berseri, yang setiap minggu diiklankan.

Dan soal buku itu, saya masih simpan sampai saya lulus sekolah, saya letakan didalam kotak sepatu yang sudah saya percantik, sampai akhirnyanya buku itu hangus saat rumah saya kebakaran tanpa sisa.

Mas Eko, adalah anak pertama dari ibu dan Bapau. waktu saya SD, mas Eko selalu janjiin saya sesuatu dengan syarat saya dapat peringkat 1. Kebetulan dulu otak saya ga sebeku sekarang, saya sering dapet tas, sepatu, startionary, mainan, dll. dia buat challeges yang bikin saya semangat, ga beda sama orang tua saya juga sih, mereka juga melakukan hal yang sama. Tapi dari situ membuat saya mengerti arti usaha untuk mendapatkan sesuatu. sampai besar, kebiasaan itu membuat saya menghargai setiap apa yang saya miliki, karena semua berasal dari usaha.

Dulu, hampir tiap hari saya datang kerumah itu. oia, saya adalah orang yang anti susu berwarna putih, saya cuma suka susu coklat dengan brand Milo. Tapi itu dulu... Bapau dan ibu kalau saya main, suka suguhin segelas kecil susu Dancow fullcream panas, dari situlah kenapa saya sampai sekarang masih suka sekali minum susu fullcream yang kalau saya minum tiap hari akan membuat pipi saya kayak bakpao (makanan).Hahah.

Keluarga itu benar-benar seperti keluarga kedua saya, Bapau dan ibu dulu lebih dekat dengan saya daripada kakek dan nenek saya yang sebenarnya. Keluarga itu juga membawa pengaruh sampai saya besar, ada moment dimana saya sekilas melihat saya yang dulu saat melintasi rumah yang lama.
 
Semua cerita di atas, hanya sepenggal cerita dari begitu banyak moment yang saya miliki dengan keluarga itu. Kisaran saya kelas 5/6 SD, Bapau, ibu, dan mas Hari pindah ke Malang (kampung halaman mereka, sama dengan papa saya). Mereka memutuskan pindah karena mas Hari sudah lulus SMEA dan melanjutkan kuliah di Malang. Waktu mereka pindah, saya mulai kesepian, dan pada saat mereka di Bandara saya berjanji apabila saya punya uang sendiri saya mau pergi ke Malang jenguk ibu dan Bapau. Sesungguhnya saya tiap tahun ke Malang, hanya saja liburan idul fitri tidak sepanjang waktu masih sekolah, jadi saya belum pernah jenguk ibu dan Bapau karena keterbatasan waktu, hingga waktu begitu cepat berlalu.
 
Kabar pertama yang membuat saya kaget adalah 1 Oktober dimana mama bilang kalau Bapau meninggal dunia di tanah suci, saat Bapau dan ibu menunaikan ibadah Haji. Dan berita kedua adalah hari ini, lewat dari azan Maghrib, kaka saya bilang kalau mas Hari kembali pada-NYA. Dua orang yang membawa kebahagiaan pada masa kecil saya telah benar-benar meninggalkan saya untuk selamanya.

Sebelumnya saya belum pernah merasakan hal sekuat ini. Hari ini adalah hari Sabtu, beberapa hari yang lalu sekitar Kamis, atau Jumat, ketika saya melintasi rumah saya menyanyikan lagu malam minggu nonton bioskop dan beberapa lama terlintas di benak saya nama mas Hari dan berniat untuk mencari mas Hari di social media. Dan entah mengapa saya sangat sulit mengingat nama lengkap nya, padahal saya tau.

Dengan ada nya berita hari ini membuat saya merasa aneh tentang perasaan yang kemarin, sharp feelings. Tajem banget, saya merasa benar-benar ditusuk saat dengar berita itu.

But, kita tau semua akan kembali ke Tuhan, semua tanpa pengecualian, termasuk diri kita. Kejadian ini membuat saya semakin yakin kalau semua ini cuma titipan dari Tuhan. Untuk yang baca ini saya mohon doa untuk kedua orang yang berarti dalam hidup saya. Semoga mereka ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, amin.


-
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar